Selasa, 10 Agustus 2010

CONTROL VALVE

Control valve adalah kran buat ngatur, ngatur apa? Ngatur kondisi operasi seperti temperature, pressure, flow dan liquid level, caranya? Caranya buka atau tutup atau buka sebagian flow sesuai dengan sinyal yg diterima dr controller. Jadi si controller ini punya data setpoint (nilainya diukur oleh sensor yg memonitor perubahan kondisi) yg bakalan dibandingin sama variable process yg diinginkan (nilainya ditentukan oleh operator).

Jadi let’s say fungsi control valve:

  1. merupakan final control element
  2. untuk throttling (memberikan bukaan yg presisi dg sinyal manipulated variable).

Bagian control valve :

- Actuator : bagian yg ngebuka si tutup valve (ini yg mudah dilihat secara fisik dilapangan, letaknya dibagian atas valve, besar dan khas).

Actuator ini ada yg digerakkan scr

  1. pneumatic (pake air comp), pake udara bertekanan gitu buat ngebuka si tutup valve ini.
  2. elektrik-hydraulic (pake listrik), atau bs jg manual. Misal MOV (baca: motor operated valve) itu hubungannya sama electrical actuator. MOV itu valve yang dilengkapi dengan electrical motor dengan system reduction gear. Jadi electrical sinyal dari DCS menggerakkan gear dalam eletric motor untuk membuka atau menutup valve. Atau solenoide valve misalnya dia biasanya pake electrical actuator, tapi tidak pake motor. Dia pake spring yang digerakkan oleh gaya electromagnetic dari solenoide yang mengelilingi spring tersebut. Biasanya juga solenoide valve itu untuk flow atau press valve yang berfungsi juga sebagai shut down valve.

- Valve/valve body assembly: komponen mekanis yg menentukan besarnya flow ke proses karena fungsi control valve buat throttling, maka valve yg dipake adalah valve tipe throttling (globe, butterfly, diaphragm, camflex, dsb) untuk high pressure application biasanya dilengkapi dg positioner untuk menghilangkan gejala hysteresis (perbedaan bukaan valve dg manipulated variable), misalnya angel body (u/ flashing).

Pemilihan valve itu tergantung berdasarkan jenis, kalo yg biasa di oil/power plant pake high pressure globe valve, kalo liq korosif pake diaphragm, yg jelas pemilihan didasarkan pressure drop, viscous, korosif, slurry/bukan, dsb tinggal baca aja tipe2 valve dan kegunaannya. Misalnya seperti td yg udah disebutin, angel body buat flashing dan high pressure, butterfly buat high flowrate dan low pressure drop. Gate/ball valve jarang digunakan untuk control valve karena hanya bs close dan open, so biasanya dipake buat yg quick opening.

- Pneumatic vs. Hydraulics. Pneumatic menggunakan udara yg compressible, sedang hydraulic menggunakan air/oil yg incompressible. Sebagian besar industri menggunakan pneumatic dg pressure 500-700 kPa. Hydraulic biasanya menggunakan 7-35 MPa tp untuk penggunaan tertentu bs smp 70MPa.

Manfaat pneumatic

  1. fluida yg digunakan bs sgt ringan dan shg supply hosesnya gak berat2 bgt.
  2. Krn fluida yg digunakan biasanya hanya udara, tidak perlu pipa return untuk fluida yg digunakan dan bocor (bila ada bocor) jd tidak messy.

Manfaat Hydraulic

  1. densitas energy lebih tinggi krn pressure yg digunakan jg biasanya lebih tinggi.
  2. fluida yg digunakan bisasanya incompressible, untuk mendapatkan spring action minimum. Ketika fluida hidrolic yg mengalir distop gerakan aliran yg paling kecil sekalipun akan melepaskan pressure ke aliran sehingga tidak perlu melepaskan pressurized air untuk merelease tekanan load.

buat sizing control valve biasanya yg ngerjain si orang instrument/control system, tp sebagai orang process, kita yg ngasih data2 dan kita juga yg tahu sampai batas mana/bagaimana control valve yg kita inginkan… konfigurasinya dan segala segala… jadi tetep juga kita kudu tahu tetek teteknya juga… gigigig

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar